Aku adalah mahasiswa di sebuah PTS kota L. Yang saat ini sudah Semester
3. Cewek-cewek di kelasku menurut penilaianku biasa-biasa saja.
Ketika di kelas, aku selalu berempat dengan teman-temanku. Yaitu: Dayat,
Bidin, dan Cahyo. Kami berempat selalu menjalani waktu kuliah
bersama-sama. Kemanapun pergi kami selalu bersama. Bidin dan Cahyo,
mereka suka sekali godain cewek-cewek di kampus. Sementara aku dan Dayat
hanya tertawa melihat tingkah mereka godain cewek-cewek.
Memang tak semua cewek bisa digoda oleh mereka, ada juga cewek yang cuek
tak pedulikan godaan mereka. Namun menurut penilaianku, ada satu cewek
yang malah nantang ketika digoda mereka. Sebut saja namanya Ina. Dia
selalu memakai pakaian yang ketat, sehingga menampakkan dengan jelas
lekuk-lekuk tubuhnya. Wajahnya lumayan cantik, tapi lebih ke manisnya.
Kulit putih, tinggi standart orang Indonesia (hehe, gak tahu pasti
berapa tingginya). Dan yang paling spesial adalah payudaranya yang
begitu besar, gak tau berapa ukuran BHnya (masih newbie belum bisa
membedakan ukuran BH), pokoknya montok, padat, berisi, kenyal, lembut,
WOOW banget deh pokoknya. Selain itu ditunjang dari keseksian bokongnya
yang begitu menggoda ketika dia berjalan, yang membuat otong ini tegang
kalo lagi bayangin.
Beruntung banget Cahyo, dia pernah bonceng Ina. Dia curi-curi kesempatan
dengan maen gas rem. Sehingga payudara Ina yang begitu padat
menyenggol-nyenggol punggungnya. Dan anehnya Ina tidak marah, malah ia
tersenyum (tanda pengen lagi kali). Dia menceritakan kejadian itu pada
kami, dan membuat kami menjadi iri.
Suatu hari di dalam kelas, Bidin berlari terburu-buru dan tidak sengaja
bertabrakan dengan Ina, dan sangat kebetulan tangan Bidin menempel
dengan keras, tepatnya menekan payudara Ina. Bidin langsung minta maaf
ketakutan, “Aduh, maaf ya tidak sengaja”, namun anehnya Ina malah
tersenyum-senyum dan tidak marah. Aku dan Dayat memperhatikan hal itu.
Setelah itu, Bidin menceritakan betapa empuknya payudara Ina. Hal itu
membuat aku dan Dayat jadi semakin iri. Karena hanya kami berdua yang
belum merasakan.
Setiap kuliah, kami selalu membicarakan Ina. Aku dan Dayat sempat
mengamati payudara para cewek di kelas, dan ternyata punya Ina lah yang
paling besar dan motok. Karena payudara yang begitu besar, maka kami
menyebutnya ratu toge. Kami selalu berkhayal dapat meremas payudaranya,
memilin putingnya, dan menyedot-nyedotnya. Tapi semua itu hanya khayalan
kami.
Diantara kami berempat, yang paling dekat dengan Ina adalah Cahyo. Suatu
ketika Ina meminta tolong kepada Cahyo, “Yo, tolongin aku donk.
Laptopku gak bisa nyala ni.” Cahyo pun sok tahu otak-atik laptop Ina.
Padahal ia sebenarnya tak begitu tahu ilmu komputer. Sok gaya lah biar
diperhatiin sama si Ina. Beberapa menit kemudian Cahyo memandangku, aku
tahu apa maksudnya. Dia tidak bisa mengatasinya, akhirnya aku mengecek
kondisi laptop itu. Maklumlah selain kuliah aku kerja di sebuah toko
service komputer. Sedikit-sedikit aku bisa mengobati komputer yang
sedang sakit.
“Wah, ini sepertinya systemnya rusak. Bahkan safe mode pun gak mau
nyala, menurutku ini harus di install ulang saja, tapi data-data di
drive C pasti ilang.” Mendengar jawabanku, Ina hanya bengong tanda
kebingungan. Ina memang tak begitu paham dengan komputer. Dan akhirnya
ia mengiyakan saja. ”Tapi aku tidak membawa DVD Windows ni, besok aja
gimana?”, tapi Ina sepertinya tidak mau, dia maunya sekarang. Karena
laptopnya besok mau dibawa saudaranya ke luar kota. Akhirnya aku janji
nanti sepulang kuliah saja laptopnya kubawa ke rumah. Dan besok aku
kembalikan dalam kondisi sudah terinstall. Dan dia pun setuju.
Sesampainya di rumah, langsung kubuka tas dan mengambil laptop si ratu
toge. Ku ambil DVD dan ku install sampai selesai tanpa hambatan. Setelah
laptop berhasil menyala, aku iseng-iseng ngelihat data-data di
laptopnya. Aku menemukan foto-foto Ina yang begitu cantik, ada yang
berkerudung seperti saat kuliah. Ada juga yang pake baju ketat yang
menonjolkan bongkahan payudaranya. Kemudian ada sebuah folder bernama
“oooooh”, aku penasaran dengan nama itu. Aku buka foldernya, di dalamnya
ada folder lagi bernama “ssssssh”, aku semakin penasaran, di dalamnya
ada lagi folder bernama “mmmmmmmh”, begitu seterusnya entah sampai
berapa sub folder dengan nama-nama aneh yang ku buka. Akhirnya aku
menemukan jawaban. Aku langsung berhenti nafas dan jantungku berdetak
kencang ketika melihat apa yang ada di depanku waktu itu. Puluhan foto
bugil Ina. Ada yang berpose berdiri tangan kiri menutupi kedua bukit
kembarnya tapi terlihat tidak dapat menutupi penuh karena saking togenya
dia, dan tangan satunya menutup memeknya yang kelihatan jembut
tebalnya. Ada pose kedua tangannya memegang payudaranya sambil
meremasnya dengan raut muka yang sange. Dan banyak sekali pose-pose
lainnya. Sekitar 20 menitan aku memperhatikan foto-fotonya. Dan itu
membuat penisku jadi tegang. Sambil mengelus-elus aku membayangkan kalau
yang ngocok penisku adalah Ina. Tiba-tiba aku yang terbawa angan-angan
jadi tersadar dengan bunyi HP yang berdering. Wow, ternyata Ina. Aku
jadi gugup mengangkat telfon darinya.
“H…hhhaa..aalloooo…, ada apa Ina?”
“Ihhhh,kenapa gugup gitu. Mmm, uda bisa belum laptopku?”
“Hehe, gak papa kog, kaget aja dapat telfon dari kamu. Uda selesai sih instalnya tapi belum terinstal program-program lainnya”.
“Aku boleh kesitu gak, pengen belajar juga. Biar ntar klo rusak bisa benerin sendiri.”
Bagai kesetrum listrik PLN, aku langsung bengong dan diam saja.
“Halooo, kog diem sih. Gak boleh za”
Aku langsung memutar otak dan tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Mungkin aja nanti dapat yang spesial darinya. hehe
“Mmmm, boleh kog.”
“OK aku berangkat. 15 menit lagi aku nyampe sana.”
Saat menunggu kedatangannya, hatiku bingung, deg-degan. Apa yang akan
terjadi ntar. Aku kebetulan di rumah sendiri. Karena orang tua lagi
kerja. Tetangga juga pada ditutup semua rumahnya kalau siang-siang gini.
15 menit kemudian Ina datang. Sungguh aku terkejut dengan penampilannya.
Biasanya ia selalu tertutup dan berkerudung kalau di kampus. Namun kali
ini dia pake kaos lengan pendek, yang sangat ketat sampai BHnya
kelihatan menjiplak. Seperti pada foto yang ku lihat tadi. Itu membuat
penisku jadi mulai berontak.
Aku persilahkan Ina duduk di sampingku. Saat itu kami duduk di lantai.
Aku menginstal program-program di laptopnya. Dan sambil menjelaskan
fungsi-fungsi program tersebut. Tanpa disadari posisi duduk Ina semakin
mendempet padaku. Dan karena dia menderita sedikit rabun jauh, jadi dia
melihat laptopnya sambil nunduk ke depan. Sehingga membuatku dapat
melihat bongkahan togenya. Putih, mulus, dan sangat empuk rasanya. Dari
situ aku bisa melihat samar-samar kalau BH yang dipakainya warna pink.
Ketika aku mau mengambil DVD software di belakangku, tidak sengaja
sikuku menyenggol togenya. Rasanya sungguh sangat empuk, kenyal dan
padat sekali. “Eittsss” Ina pun langsund sedikit teriak kecil. Aku jadi
langsung takut dan meminta maaf bilang tidak sengaja. Tapi dia kelihatan
biasa-biasa saja dan hanya tersenyum. “Gak papa kog, hehe”.
Wah kebetulan nih, lagi horny dia malah ngasih sinyal. Lalu aku mencoba
memancingnya, sebenarnya ragu-ragu tapi akhirnya keluar juga ucapanku
dengan tidak sengaja alias keceplosan “apa kamu punya video BF In?”.
Sejenak ia diam. Itu membuatku jadi takut. Aku kira ia marah, saat aku
mau minta maaf. Ia mendahului menjawab “Gag punya lah, masa cewek
nyimpen video gituan”. Aku jadi semakin berani menggoda. “Masa sih, coba
aku lihat ya datanya?” “Ok, liat aja”. Aku langsung membuka folder
“Oooooh”, dia langsung merebut laptop dan melarangku membukanya. Dan
ketika itu juga togenya menempel dengan keras di lenganku. Ahhh….. enak
banget rasanya, penisku pun jadi semakin tegang. “Katanya boleh, kog aku
buka yang ini gak boleh. Hayo kamu nyimpennya disini ya?”. Aku terus
berusaha membuka folder itu namun Ina lebih sigap melarangku dengan
menutup mouse pad laptopnya, sehingga aku tidak bisa menggerakan pointer
menuju folder itu. Meskipun tidak bisa membuka folder itu, tapi ada
enaknya juga. Ketika menutup mouse pad laptopnya badannya merunduk
sehingga togenya menempel erat di lenganku yang masih berusaha
menggerakkan pointer. Akhirnya ku tarik tanganku dan menyenggol payudara
Ina. Memang sengaja aku lama-lamakan ketika menarik tanganku agar bisa
merasakan kekenyalan toketnya. “Jangan dibuka!!!!, bukan film gituan
itu, enak aja. Itu foto pribadiku. Sumpah deh. Jangan dilihat ya. Aku
malu”.
Akhirnya aku mengalah tidak membuka folder itu. (padahal uda puas tadi lihatnya.hehe ).
Aku masih tidak yakin kalau dia benar-benar tidak menyimpan video BF.
Aku pun tidak kehabisan akal. Ku tekan Ctrl+F di windows explorer. Dan
munculah menu search. Aku masukan kata kunci “.3gp”. Dan jreeeenggg,
puluhan video berformat 3gp terpampang di hadapan kami. Lalu aku buka 1
video, dan Ina pun tidak bisa mengelak lagi kalau ia memang menyimpan
video BF. Dia hanya bisa diam dan menunduk malu.
Detik demi detik, menit demi menit, video itu terus berjalan. Pada menit
ke 2:23 terpampang adegan cewek yang lagi menjepit penis cowok dengan
kedua payudaranya. Melihat itu penisku pun langsung tegang, dan
sepertinya Ina memperhatikan pergerakan penisku. Tanpa canggung Ina
berkata “wah, uda tegang ya.” Aku sungguh tak menyangka ia bilang
begitu. Aku langsung merapatkan kaki dan mengatur posisi dudukku.
Sepertinya Ina juga sudah terbawa nafsu saat itu.
Lalu penisku menjadi sangat tegang ketika Ina berkata “Enak gak ya
digituin pake payudara”. Aku hanya bisa bilang, “hehe, gak tau ya aku
belum pernah kog. Kalau kamu pernah gak Ina?”. “Belum pernah sih..” Aku
pun mulai berani “Kita coba aja, gimana?” Sejenak Ina terdiam, aku
langsung memeluk tubuh Ina yang seksi dengan lembut. Tanpa disadari
bibir kami pun mulai berpanggutan, aku mencium dengan lembut bibir si
ratu toge ini. Ia pun membalas ciumanku dengan lembut. Sungguh sensasi
luar biasa yang kurasa saat itu. Penisku pun jadi semakin tegang.
Tanganku kini mulai meraba-raba toket Ina, kumasukkan tanganku dari atas
bajunya. Dengan mudah tangan kananku masuk kedalam kaos Ina karena ia
pakai kaos yang belahan dadanya rendah. Kuremas remas toketnya yang
masih terbungkung BH. Kemudian aku merasa masih kurang puas, akhirnya
kumasukkan tanganku kedalam BHnya. Lagi-lagi aku harus bilang WOOOOWWW….
Begitu besar toket Ina sampai-sampai tanganku tak mampu meremasnya
keseluruhan. Aku mulai melucuti bajunya. Tapi Ina menangkis tanganku,
aku kira ia tidak mau lagi melanjutkan permainan ini. Tapi ternyata aku
salah. Ina malah melepas bajunya sendiri, kini terpampang payudara nan
indah yang hanya tertutupi BH pink. Tanpa di komando kedua tanganku
langsung memegang kedua bongkahan payudara itu. Rasanya sangat nikmat.
Empuk, lembut, dan kenyal. Aku remas-remas dengan gemas payudara ratu
toge ini. Dan aku tidak sabar ingin melihat bentuk keseluruhan
payudaranya. Langsung saja ku buka kaitan BHnya yang ada di belakang.
Kini dua buah payudara ratu toge terpampang di hadapanku. Lagi-lagi ku
remas kedua toge itu dan memelintir putingnya yang kecil dan keras., hal
itu membuat Ina merasa keenakan, terbukti dengan raut wajah Ina yang
merem melek. Akhirnya impianku selama ini tuk meremas toket ratu toge
bisa kesampaian. .
Tidak hanya itu, kini aku menjilati dan menyedot putingnya yang kecil
dan keras. Dia pun tampak kegelian dan sedikit mendesah. Aku pun jadi
tambah nafsu sehingga kupercepat jilatan serta sedotanku di toketnya.
Tiba-tiba aku merasa ada rasa nyaman dan nikmat di bawah sana. Ternyata
tangan Ina memainkan penisku. Aku hanya memakai celana pendek boxer jadi
sangat mudah Ina melepas celana pendekku itu. Sruuut… lepaslah sudah
celana pendekku serta sempaknya.
Kini penisku bebas bergelantungan. Tanpa basa basi Ina langsung
menghentikan remasan tanganku di payudaranya. Dan membimbing ke
mulutnya, “Hmmmm,,, enak Ina …. Ahhhh. Ahhhh….. “ setelah penisku sudah
agak basah, kini penisku diarahkan ke gundukan payudaranya. Di
jepit-jepitnya penisku. Oooohh…… rasanya sangat luar biasa. Jauh lebih
nikmat daripada onani sendiri. 13 menit penisku di gesek-gesek dengan
toket ratu toge. Rasanya sudah berkedut-kedut ingin keluar. Tapi untung
saja belum keburu keluar, setelah lama bermain di toket, sekarang
penisku di kulum lagi oleh bibirnya yang lembut. “oohhhh…. Ina enak
banget, terusssssss”
Akhirnya aku tidak kuat, ingin segera memasukkan penis ke lubang
kenikmatan milik Ina. Namun saat aku memelorotkan celananya, ia
melarangku. Dia bilang takut, katanya belum pernah berhubungan badan.
Dan ingin memberikan keperawanannya kepada suaminya kelak. Haduh…. Sudah
kepalang tanggung, tapi aku kasihan juga. Akhirnya aku mengalah. Dan
meminta di kocok saja penisku di bongkahan payudaranya.
“Jlep…jlep….” Penisku terus di gesek oleh kulit lembut dan kenyal selama
kurang lebih 10 menit. Aku sudah tidak kuat menahan kumpulan sperma
yang sudah di ujung. Hingga akhirnya aku tidak tahan dan memuntahkan
sperma di toketnya. “Croooottt…. Crootttt… Cerrroooot… Croooot…”
semburan sperma yang cukup banyak menempel di toket lembutnya. Kemudian
ia melapnya dengan tisu yang ia bawa di tasnya.
“ah… aku sangat puas In”,makasih ya. “Iya, aku juga puas bisa puasin kamu”.
Setelah itu kami kembali berpakaian dan melanjutkan penginstalan program
laptop. Jam 4 sore pengerjaan laptop telah selesai. Ina pamit pulang.
Dan dia berpesan agar tidak menceritakan pada siapa-siapa kejadian
barusan tadi. Aku pun mengiyakan dan berjanji.
Saat bertemu di kampus, aku dan Ina bersifat biasa saja sama seperti
sebelumnya. Dan ketika teman-teman membicarakan Ina aku juga biasa saja.
Seperti tak terjadi apa-apa. Karena kenangan itu hanya aku dan Ina yang
tahu.
Aku sungguh tak menyangka, gadis seperti Ina masih bisa mempertahankan keperawanannya untuk suaminya kelak.
Terima kasih Ina telah mencicipi kenikmatan togemu padaku meskipun belum merasakan himpitan memekmu.