Cerita Seks ini
adalah kiriman dari salah seorang pembaca setia cerita sex. Ia bercerita
tentang kisah sex dan pengalaman seks nya kepada kami. Karena saya baca
cerita seks yang ia kirimkan pada website cerita sex dewasa ini cukup
bagus, maka kami menampilkannya dan silakan baca aja cerita seks dewasa
yang berikut ini. Aku masih duduk di bangku SLTP saat itu. Di saat aku
dengan teman-teman yang lain biasa pulang sekolah bersama-sama. Usiaku
masih terbilang hijau, sekitar tiga belas tahun. Aku tidak terlalu tahu
banyak tentang wanita saat itu. Di kelas aku tergolong anak yang pendiam
walaupun sering juga mataku ini melirik pada keindahan wajah
teman-teman wanita dikelasku waktu itu.
Hal ini jugalah yang membawa aku bersama 2 temanku Bambang dan Eko
kedalam sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi kami saat duduk
dibangku SLTP dulu. Semuanya bermula dari kegigihan Bambang terhadap
perempuan. Kebiasaannya untuk tak melewatkan barang sedetikpun
perhatiannya terhadap keindahan wanita membawa aku, dia dan Eko kesebuah
rumah di komplek pemukiman Griya Permai. Komplek perumahan yang biasa
kami lewati saat pulang menuju kerumah masing-masing. Mulanya aku dan
Eko sedang asyik bercanda,. Secara tiba-tiba Bambang menepuk pundakku
dengan keras. Matanya tertuju kesatu rumah dengan tajamnya. Ternyata
disana kulihat ada seorang wanita dengan mengenakan rok mini baru saja
keluar meninggalkan mobilnya untuk membuka pintu pagar rumah.
“Heh, bang. Kenapa sih elu tiap lihat perempuan mata elu langsung melotot kayak begitu ?” tegurku.
“Elu itu buta ya, wan. Elu kagak lihat bagaimana bongsornya bodi tuh wanita ??” balasnya cepat.
“Bambang, Bambang.. bisa-bisanya elu nilai perempuan dari jarak jauh begini-ini” sambung Eko “Itu mata.. apa teropong”
“Wah, kalau untuk urusan wanita kita nggak pake mata lagi, men. Nih,
pake yang disini nih.. dibawah sini” jawab Bambang sambil
menunjuk-nunjuk kearah kemaluannya.
“Kalau gua udah ngaceng, perempuan diseberang planet juga bisa gua lihat” kata Bambang dengan senyum penuh nafsu.
“Jadi sekarang elu lagi ngaceng, nih ?!” tanya gue yang sedari tadi hanya bisa tenggelam dengan pikiran-pikirannya.
“So pasti, men. Nih kontol udah kayak radar buat gua. Makanya gua tahu
disana ada mangsa” jawab Bambang dengan lagi-lagi menunjuk ke arah
kemaluannya.
“Gila lu, bang” kataku.
“Ha-alah, enggak usak munafik deh mam, elu juga ngaceng kan, waktu
melihat roknya si Dina kebuka di kelas. Gua kan tau… elu juga kan gong
?” balas Bambang cepat.
“yah, itu kan kebetulan. Bukannya dicari, ya kan mam ?” tanya Eko kepadaku.
Aku sendiri hanya bisa tersipu malu mendengarnya. Didalam hati aku memang mengakui
“Sekarang begini aja” ujar Bambang kemudian “Elu pada berani taruhan berapa, kalau gua bisa masuk kerumah tuh wanita ?”
“Elu itu udah gila kali ya, bang. Elu mau masuk kerumah itu perempuan ??” jawabku cepat.
“Udah deh.. berapa ? Goceng ??”tantangnya kepada kami. Sejenak aku, dan
Eko hanyut dalam kebingungan. Teman kami yang satu ini memang sedikit
nekat untuk urursan wanita.
“Goceng ??”potong Eko cepat “Wah gua udah bisa beli mie bakso tuh”
“Ha-alah, bilang aja kalau elu takut jatuh miskin. Iya kan, ko ?” balas Bambang dengan sedikit menekan.
“Siapa bilang, kalau perlu, ceban juga hayo” jawab Eko tak mau kalah.
“Oke, oke.. heh, heh, heh. Sekarang tinggal elu nih, wan. Kalau melihat tampang elu sih, kayaknya gua ragu”
“Heit tunggu dulu” ujar gue. Gue langsung cepat-cepat merogoh kantong
celananya. Selembar uang kertas lima ribuan langsung dikibas-kibaskan
didepan kedua mata Bambang.
“Gua langsung buktikan aja sama elu.. nih”
“Oke. Sekarang elu pada buka tuh mata lebar-lebar” kata Bambang kemudian.
Bambang langsung berjalan menuju kerumah yang dimaksud. Tampak disana
sang pemilik rumah telah memasukkan mobilnya. Saat ia hendak menutup
pagar, aku lihat Bambang berlari kecil menghampirinya. Disana kulihat
mereka sepertinya sedang berbicara dengan penuh keakraban. Aneh memang
temanku ini. Baru saja bertemu muka dia sudah bisa membuat wanita itu
berbicara ramah dengannya, penuh senyum dan tawa.
Dan yang lebih aneh lagi kemudian, beberapa saat setelah itu Bambang
melambaikan tangannya kearah kami bertiga. Dia mengajak kami untuk
segera datang mendekatinya. Setelah beberapa langkah aku berjalan,
kulihat Bambang bahkan telah masuk ke pekarangan rumah menuju ke pintu
depan rumah dimana wanita itu berjalan didepannya. Bambang memang
memenangkan taruhannya hari itu. Di dalam rumah kami duduk dengan
gelisah, khususnya aku. Bagaimana mungkin teman kami yang gila perempuan
ini bisa dengan mudah menaklukkan wanita yang setidaknya dua puluh
tahun lebih tua usianya dari usia kami. Sesaat setelah Bambang selesai
dengan uang-uang kami ditangannya, akupun menanyakan hal tersebut.
“Gila lu, bang. Elu kasih sihir apa tuh wanita, sampai bisa jinak kayak merpati gitu ??” tanyaku penasaran.
“Heh, heh, heh.. kayaknya gua harus buka rahasianya nih sama elu-elu pada” jawabnya.
“Jelas dong, bang. Goceng itu sudah cukup buat gua ngebo’at. Elu kan tahu itu” tambah Eko lagi.
“Begini. Kuncinya itu karena elu-elu semua pada blo’on” jelas Bambang serius.
“Apa maksudnya tuh !” tanya gue cepat.
“Iya, elu-elu pada blo’on semua karena elu-elu kagak tahu kalau
perempuan itu sebenarnya tante gua.. tante Ayu, dia istrinya om harso,
adik mama gue” tambahnya lagi.
“Wah, sialan kita sudah dikadalin nih sama… playboy cap kampak” kata Eko.
“Itu kagak sah, bang. Itu berarti penipuan”sambung gue.
“Itu bukan penipuan. Kalau elu tanya apa gua kenal kagak sama tuh
perempuan, lalu gua jawab enggak.. itu baru penipuan” jelas Bambang.
Untung aja pertengkaran diantara gue dan teman-teman saat itu nggak lama
karena tidak lama tante ayu yang ternyata tante si Bambang itu datang
dengan membawa minuman segar buat kami.
“Ada apa kok ribut-ribut. Kelamaan ya minumannya ?” tanya tante Ayu.
Suaranya terdengar renyah ditelinga kami dan senyumannya yang lepas
membuat kami berempat langsung terhenyak dengan kedatangannya yang
tiba-tiba.
“Ah, nggak apa-apa tante” jawab Eko.
Bambang yang duduk disebelahnya terlihat serius dengan pikirannya
sendiri. Baju t-shirt yang dikenakan tante Ayu memiliki belahan dada
yang rendah sehingga disaat beliau membungkuk menyajikan gelas kepada
kami satu-persatu, Bambang terlihat melongok-longokkan kepalanya untuk
dapat melihat isi yang tersembunyi dibalik pakaian beliau saat itu. Aku
sendiri bisa menyaksikannya, kedua payudara beliau yang besar, penuh
berisi. Menggelantung dan bergoncangan berulangkali disetiap ia
menggerakkan badannya.
“Ini tante buatkan sirup jeruk dingin untuk kalian, supaya segaran” jelas tante Ayu ”Hari ini panasnya, sih”
Saat tante Ayu selesai dengan gelas-gelasnya, iapun kembali berdiri
tegak. Keringat yang mengucur deras dari kedua dahinya memanggil untuk
diseka, maka beliaupun menyekanya. Tangan beliau terangkat tinggi, tanpa
sengaja, ketiak yang putih, padat berisi terlihat oleh kami. Beberapa
helai bulunya yang halus begitu menarik terlihat. Jantungku terasa mulai
cepat berdetak. Karena saat itu juga aku tersadarkan kalau dibalik
pakaian yang dikenakan tante Ayu telah basah oleh keringat. Lebih
memikat perhatian kami lagi, disaat kami tahu bahwa tante Ayu tidak
mengenakan BH saat itu.
Kedua buah puting susunya terlihat besar menggoda. Mungkin karena basah
keringatnya atau tiupan angin disiang hari yang panas, membuat keduanya
terlihat begitu jelas dimataku. Aku sendiri tidak ambil pusing dengan
lingkungan disekitarku karena tongkat kemaluanku telah berdiri keras
tanpa bosan. Rasanya aku ingin sekali melakukan onani bahkan, kalau
mungkin, mengulum kedua puting susu beliau yang menantang dengan berani.
“Tante habis mengantar om kalian ke bandara hari ini. Jadi tante belum
sempat beres-beres ngurus rumah, apa kabar mama papa kamu bang?” katanya
lagi.
“eh oh, baik2 aja tante, tante kapan dong main ke rumah lagi” Bambang tampak grogi.
“duh tante lagi sibuk2nya ngurusin bayi, dulu juga tante ngurusin kamu,
skr kamu udah ABG gini” tante ayu mencubit pipi Bambang. Bambang
tersipu.
Ditengah pesona buah dada yang menggoda nafsu birahi kami semua,
perhatian terpecah oleh tangisan suara bayi. Aku baru tahu kemudian,
bahwa itu adalah anak tante Ayu dan om harso yang bungsu. Anak mereka
baru dua dan yang sulung sudah kelas 6 SD. Jadi agak jauh bedanya dengan
yang ke dua. Beliaupun terpanggil untuk menemuinya dengan segera.
“Kalian minum dulu, ya. Tante kebelakang dulu.. oh, iya Bambang. Tadi
mama kamu tlp, nanti kamu jangan lupa tlp rumah ya bilang kalo kamu di
sini”
“Iya tante.” kata Bambang.
Hanya selang beberapa menit kemudian, tante Ayu sudah menemui kami
kembali di ruang tamu. Namun satu hal yang membuat kami terkejut
kegirangan menyambut kedatangannya dikarenakan beliau terlihat asyik
menyusui bayinya saat itu. Bayi yang lucu tetapi buah dada yang menjulur
keluar lebih menyilaukan pandangan jiwa muda kami berempat. Beliau
sudah memakai BH namun satu cup nya di buka untuk menyusui bayinya.
Tante Ayu terlihat tidak acuh dengan mata-mata liar yang menatapi buah
dada segar dimulut bayinya yang mungil. Ia bahkan terlihat sibuk
mengatur posisi agar terasa nyaman duduk diantara Bambang dan Eko saat
itu.
“Bagaiman sirup jeruknya, sudah diminum ?” tanya tante Ayu cepat.
“Sudah , tante” jawab Bambang pendek. Matanya menatap tajam kearah
samping dimana payudara tante Ayu yang besar dan montok terlihat tegas
dimatanya.
“Ini namanya Bobby” jelas tante Ayu lagi sambil menatap anak bayinya yang imut itu “Usianya baru sembilan bulan”
“Wah, masih kecil banget dong tante” balas Bambang.
“Iya, makanya baru boleh dikasih susu aja”
“ASI ya, tante ?” tanya Bambang polos.
“Oh, iya. Harus ASI, nggak boleh yang lain” jelas beliau dengan serius.
“Kalau orang bilang susu yang terbaik itu ASI, tante ?”
“Betul, Bambang. Dibandingkan dengan susu sapi misalnya. Ya, susu ibu
itu jauh lebih bergizi.. heh, heh, heh” tambah tante Ayu penuh yakin.
“Mamaku juga suka bikinkan saya susu setiap pagi, tante” kata Bambang menjelaskan.
“Oh, iya… bagus itu”
Tante Ayu diam sejenak. Beliau memperhatikan bayinya yang sudah mulai
terlihat tidur. Namun Bambang terlihat mulai berharap sesuatu yang lain
dari payudara beliau yang besar menggoda.
“Tapi susu yang saya minum setiap hari.. ya, susu sapi tante” sambung
Bambang lagi penasaran. Sementara tante Ayu masih terlihat sibuk dengan
bayinya . Namun beberapa saat setelah itu beliau mengatakan sesuatu yang
mengejutkan kami.
“Susu ibu tetap lebih bagus. Bahkan di India ada yang bisa menyusui anaknya hingga berusia sepuluh tahun”
“Wah, asyik juga tuh” sela Eko cepat.
Tante Ayu hanya tersenyum simpul.
Bambang terus menyerocos tentang keinginannya sesekali mencoba ASI. Kami
hanya tegang mendengarkan ocehan Bambang, takut sekali tante Ayu marah
mendengarkan ocehan anak 13 tahun yang mulai terasa kurang ajar itu.
Kami takut Om Har tiba-tiba pulang dan tante mengadu kemudian kami semua
dihajar suami tante Ayu yang terkenal galak itu.
Tiba2 entah mendapat ide gila dari mana Eko yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan nyeletuk dengan seenakknya.
“Coba ya kita bisa cicipin asi tante, duh pasti asyik ya?”
Kami semua, apalagi Bambang terkejut setengah mati. Tentunya dia lebih
kaget krn itu adalah tantenya sendiri. Jantungku terasa berhenti
berdetak saking kagetnya. Rasanya ingin lari saja dari ruangan itu
karena malu dan takut dimarahi. Ternyata Tante Ayu tidak marah.
“yah kalo kalian mau, di dapur ada tuh ASI tante yang di peras dan masukan dalam botol.
Kami semua berpandangan.
“maksud kami langsung minum dari sumbernya tante’ kata Eko malҔ. Tante
Ayu melotot, Km sudah siap dia meledak mengomeli kekurangajaran Eko.
Tapi ternyata tidak. Ia malah tertawa cekikikan, dadanya berguncang2.
“aduhhh kalian ini nakal sekali ya. Kalo langsung berarti kalian liat
buahdada tante dong. Kalo kalian masih 7-8 th tante pasti berani kasih
kalian kesempatan begitu. Tapi kalian susah besaar, sudah ABG, 13 tahun
kan kamu Bambang dan Eko? Irwan kamu malah udah 14 tahun kan?
Kami mengangguk serempak.
“emang kenapa kalo udah 14 tante?” aku memberanikan diri bertanya.
Tante menggosoа rambutku dengan lembut.
“kalo sudah besar sudah ada nafsunya Irwan sayang. Masa mau liat
buahdada wanita dewasa? terlalu besar resikonya memberikan payudara
tante untuk kalian hisap,”
Mendengar tante menyebut kata “buahdada” saja sudah membuat darahku
berdesir, aku yakin begitu juga dengan teman2ku. Namun setelah kami
semua membujuk tante, serta berusaha meyakinkan tante bahwa kami tidak
akan berbuat lebih dari mencicipi asi tante, beliau luluh juga. Apalagi
setelah melihat mata Eko yang tampak sangat ‘ngenes’ menginginkan
pengalaman baru yang bagi kami saat itu sudah sangat luar biasa.
“ya udah, tante mau deh. Tapi janji ya, kalian udah selesai sebelum oom kalian pulang”
“iya iya tante”
“Bambang, kalo papa mama kamu tau kamu nakal gini sama tante, bisa
dicabut uang jajan kamu. Apalagi kalo tante bilang om harso, bisa
dihajar kamu abis2an”
“ya jangan ngadu dong tante’ Bambang ketakutan.
“Dan janji ya kalian. hanya minum asi saja, tante nggak pengen kalian
macem-macem sama tante. Kalian kan bakalan liat payudara tante. Biar
gimanapun kalian kan udah jadi laki-laki kecil dan bertiga pula, takut
juga tante sendirian cewek di tengah 3 laki2 di rumah kosong gini pula.
Kl tiba2 tiba kalian lepas kontrol gimana?
“Nggak kok, tante, kami janji” sambil berkata begitu mata kami bertiga
tidak lepas dari dada tante Ayu sambil meneguk ludah berkali2. Tentunya
kami akan berkata apapun agar mimpi km terpenuhi saat itu. Kami tidak
sabar menanti pemandangan indah itu sebentar lagi. Tante sepertinya
menyadari hal itu dan tersenyum2 sendiri melihat kami tingkah bertiga.
Tante meminta ijin untuk menaruh si bayi sejenak di boxnya. Kami duduk
rapi berjejer di sofa. Tak lama tante muncul lagi dan berdiri di depan
kami. Kami duduk manis dengan tegang. Tante hanya senyum2.
“Siap? Godanya.
“Ssss sssi ssiap tante” kata kami hampir serentak. Tante menyunggingkan senyum sekali lagi, maniss sekali.
Pemandangan yang ditunggu2 pun datanglah sudah. Tante meloloskan bagian
atas dasternya yg sdh dlm posisi terbuka kancing atasnya secara
perlahan. Kini bagian atas tubuh mulus itu hanya tertutup BH saja.
Bagian bawah masih tertutup daster yang tersangkut di pinggangnya. Seksi
abisss!! Jantung kami bertiga seperti ensemble perkusi saja berdetak
kencang sekali, untung saja tante tidak mendengar. Kemudian tangannya
meraih ke belakang punggunnya, meraih hook BH dan melepaskannya. Mata
kami mengikuti setiap milisecond gerakan tante membuka bh tersebut dan
memperlihatkan kulit dadanya yg putih mulus. Seperti kartu yang dipirit,
dada kirinya tersingkap. Kini payudara kirinya benar2 bulaҊ terpampang
di hadapan kami tanpa terhalang kepala bayi lagi. Mula2 tante hanya
membuka salah satu cupnya saja. Tapi kami protes.
“Duόnya aja tante”.
“Ih, buat apa, hayoo mulai nakal ya, kalian sebenernya cm mau liat
buahdada tante aja ya? Dasar ABG genit” kerling tante Ayu manja.
“nggak kok tante, cuman kan kita bertiga, nanti gk cukup cuman satu payudara untuk kami”
“Ampun kamu pinter banget berdebat sih, iya deh tp janji ya jgn liar
ngeliat tante telanjang dada yaa” sambil berkata demikian tante menuruti
kemauan kami dengan membuka cup yang satunya lagi.
“nihh, puas?” goda tante ayu sambil mengerling menggoda ke arah kami.
Barulah terpampang di depan kami lengkap sepasang payudara yang super
indah. Sungguh tidak ada celanya. Dengan puting yg merah muda, padhal
usia tante sudah hampir 35 th tp mungkin karena kulitnya yang sangat
putih dan perawatan yang baik sehingga payudaranya masih terliat sangat
mengkal dan kencang, dg puting yg imut warna muda dan posisi mengacung
ke atas. Tentu saja kami bengong, bungkam seribu bahasa sambil bengong
menatap benda terindah yang pernah kami liat saat itu. Tante Ayu
tersenyum meliat kegenitan bocah2 itu.
“gimana? masih montok kan? Kalian suka gk?”
serentak kami menjawab: “suka suka tante”
“Puas2in deh liat, tante ngerti kok anak2 sebaya kalian kayak apa. Tp
jangan lama-lama ya, tante nggak punya banyak waktu, oom kalian bentar
lagi pulang lho, katanya kan mau minum susu, bukan liatin dada istri
orang” tegur beliau mengingatkan. Dia duduk di sofa, kami saling
berpandangan siapa yang duluan mulai. Akhirnya Ekopun memulai duluan. Ia
duduk di samping tante, mula2 ia memegang tante tante dan
dipinggirkannya agar tidak menghalangi tubuhnya yang duduk merapat
wanita cantik itu. Dengan gemetar dia mendekatkan mulutnya ke puting
yang sangat menggoda tersebut. Tante tampak sedikit grogi. Dan akhirnya
sampailah mulut Eko di surga dunia tersebut. Kedua bibirnya mengatup dan
mengunci putting kiri tante. Dia langsung tergegas menghisapnya. Tante
Ayu melenguh perlahan. Maklum, kali ini ‘bayi’ yang menyusu padanya
adalah remaja tanggung dengan gigi yang lengkap! Tangan tante memegang
kepala eko. Ia menggigit bibir bawahnya dan matanya mendelik ke atas.
Pasti karena perasaan aneh yang melandanya saat itu.
Sungguh pemandangan yang menegangkan. Seorang wanita dewasa yang sangat
cantik dan sintal menurut kami, sudah menikah, membiarkan mulut seorang
anak tanggung hinggap di payudaranya yang putih mengkal. Susu keliatan
mengalir deras ke dalam mulut Eko. Keliatan dari mulut teman kami itu
yang menggembung penuh oleh cairan. Dengan nekad Eko melanjutkan dengan
meremas buah dada beliau serta mulai berani memainkan puting susunya
dengan beberapa gerakan memelintir
“Pentil yg satunya nggak usah dipencet-pencet lagi. Udah keluar kok.
Kamu coba langsung menghisapnya kayak anak tante ini” jelas beliau lagi.
Setelah berapa lama, Eko pun tampak puas. Ia menarik mulutnya dari
putting tante ayu yang keliatan mulai memerah sambil menyeka mulutnya.
Sesekali ia melepas kenyotannya dan memainkan putting tante dengan
sapuan melingkar lidahnya mengelilingi putting itu. Tante protes.
“Okhh Eko, apa2an sih kamu, jangan gitu, jangan dijilat2 doong” Eko
menurut namun sesekali ia mencuri2 lagi kesempatan. Akhirnya tante
keliatan rada kesal dan mendorong Eko menjauh.
“udah ah, cukup ah kamu, genit banget sih, jelek” dengan wajah dicemberut2kan, Eko menarik diri sambil nyengir.
Kini giliran Bambang. Awalnya dia juga tampak grogi banget, maklum,
tante ayu kan istri oomnya sendiri. Dia kebingungan mengambil posisi
harus bagaimana mulai menyusu. Aku dan Eko tidak tinggal diam untuk
membantu. Tante pun kami baringkan dlm posisi telentang di sofa. Mula2
tante bingung tapi tetap menurut juga. Aku dan Eko meratakan kakinya di
sofa, mata kami nanar melihat daster tante yg tipis dan menerawang,
memperlihatkan celana dalamnya di balik itu. Ada bayangan hitam di sana,
apalgi kalo bukan bulu2 halus kemaluan. Angaю kami terus melambung
tinggi mengharapkan dapat menikmati sesuatu yg lebih dari ASI malam itu.
Apalagi kalau bukan ‘sari’ tante, tante Ayu sebagai wanita seutuhnya.
Namun tentunya kita tidak bisa berharap angan itu akan menjadi
kenyataan, untuk bisa berbuat ini saja kami sudah sangat beruntung..
Bambang merangkak di atas tubuh putih mulus itu. Mulutnya melahap dg
rakus payudara kiri tante Ayu smtr tangannya sibuk membelai satunya lg.
km melotot meliat kenekadan Bambang. Tante Ayu hanya tersenyum2 simpul
sambil membelai kepala Bambang.
“ini dia keponakan tante yang paling nakal sama tantenya sendiri. Untung
tante baik gk akan ngadu sama mamanya” Bambang merah mukanya.
“santai aja ya sayang. Gk usah terlalu bersemangat. Sakit lho. Tante gk
ke mana2 kok” ujarnya perlahan. Sesekali ia merintih dan tubuh moleknya
itu menggelinjang. Bambang terus menyedot seakan tidak ingat giliran
yang lain. Bunyi berdecap terdengar kencang sekali. Otot payudara tante
sampai tertarik ke atas. Terlihat jelas sekali urat2 payudara tante
serta pori2nya. Kami sangat terangsang. Bayangkan, seorang keponakan
sedang menghisap payudara tantenya sendiri dan tantenya pasrah begitu
saja!
“jangan yg kiri terus dong Bambang, ini yg kanan juga ya”. Sambil
berkata begitu, tante menyorongkan dada kanannya sambil sedikit
meremasnya”. Bambang menatapnya nanar. Dg posisi begitu, payudara itu
bertambah keliatan sangat merangsang. Ia menjilati putting kanan tante
dg perlahan. Kemudian dengan nekadnya ia menjilati seluruh permukaan
payudara tante. Kali ini tante tidak marah seperti pada Eko, resmi sudah
tante dicumbu Bambang, tidak sekedar menyusu. Kami cemburu pd bambang,
membayangkan betapa asyiknya Bambang dapat merasakan kulit payudara yang
mulus licin serta masih sangat kenyal itu itu dengan lidahnya. Tante
menggelinjang hebat, “ouwww Bambangdd, kok dijilat2 sihhh sayangg. km
mau minum susu atau apa sih sayang, nggghhhhhh, ouhhh, ngghhhh, kamu dan
eko sama genitnya nihh”
“minum susu tante” ujar Bambang tersipu.
“itu namanya mencabuli tante sayang, gak boleh ya, kamu sudah mulai
besar tapi belum cukup dewasa untuk berbuat cabul begtu, yah? Awas kmu
macem2 tante aduin mama kamu yaa”
Bambang nyengir malu. Ia menghentikan aksinya sebentar. Sambil terus
menatap nanar puting merah muda tersebut. Kemudian kembali menghisap
tanpa jilatan seperti permintaan tante Ayu. Yg tidak bisa dihindarkan
adalah penisnya yang membengkak dari balik celananya menyundul2
selangkangan tante Ayu. Wanita molek itu menyadari hal itu dan mencoba
memposisikan dirinya tidak seperti sedang disetubuhi remaja tersebut,
tapi Bambang tetap memaksakan sehingga tante Ayu terpojok di pojok atas
sofa tanpa bisa berontak lebih lanjut.
“inget gk sama janji kamu tadi?” omelnya. Tapi dia tidak tampak marah betulan, mungkin hanya kesal.
Bambang menunduk. “maaf tante, kebawa emosi”
“iya tante ngerti kalian ini masih tinggi2nya libido di usia kalian itu,
tante kan sudah kasih kalian kesempatan untuk sedikit menikmati
keindahan tubuh wanita. Tante rela sedikit memperlihatkan tubuh tante
untuk kalian krn tante sayang kalian. Untuk memperlihatkan buahdada
tante ke kalian saja, tante sudah terbilang nekad, apalagi tante kan
bersuami dan kalian sudah cukup beruntung”. Kami hanya
mengangguk-angguk.
“kalo tadi penis si Bambang melejit dan nyelonong masuk vagina tante
gimana? Masa kamu mau penetrasi tante sendiri? Kamu kebayang gk dosanya
sperti apa? kalo kalian gk mau kontrol, tante batalkan saja deh acara
minum susu ini,” ambeknya.
“jangan-jangan tante, kita janji deh” aku menyela. Yg lain juga mendukung sambil mengangguk-angguk.
Setelah itu Tante Ayu menggilir kami satu persatu untuk disusui olehnya.
Giliran terakhir tentunya aku. Namun kembali di rotasi sehingga masinЈ
kebagian 2 kali menyusu. Anaknya yang masih bayi dibaringkan diatas sofa
yang kosong untuk lebih mempermudah beliau menyusui anak angkatnya saat
itu.
Sisa malam itu kami menghormati peraturan yang tante berikan, kami hanya
strict dengan acara menghisap payudara tanpa embel2 kenakalan lain
walaupun harapan kami bisa lebih beruntung daripada itu. Tentunya kami
tidak mau kehilangan kesempatan emas karena terlalu rakus. Yang jelas ke
dua payudara montok yang sehari-hari milik oom harso itu habiҀan kami
nikmati setiap centinya. Putting yang merah muda dan mungil itu habiҀan
kami kunyah./ Bongkahan mengkal itu keliatan merah merona dihabisi oleh
mulut2 kami yang rakus. Kami selesai sekitar jam 8 malam setelah Oom
Harso menelepon dan bilang akan pulang sekitar jam 10.
Sambil mengenakan kembali BHnya tante menepuk2 kepala kami satu per
satu. “tante senang kalian mengikuti aturan tante. Tante harus tegas
walaupun tante tau kalian pasti sangat terangsang bisa melihat isi BH
tante, tante yakin kalian sudah membayangkan bisa menyetubuihi tante
bukan?”
Alangkah malunya kami tante bisa menebak piikiran kami. Kami hanya mengangguk-angguk lemah sambil menundukkan kepala.
“Bukannya tante munafik, terus terang tante agak2 penasaran juga gimana
rasanya kalian setubuhi, pemuda2 setampan dan segagah kalian. Tapi tante
akan terus merasa bersalah sama oom kalian kalo tante menuruti emosi
membiarkan tubuh tante kalian nikmati. Kalau kalian menghormati om
harso, tentu kalian menghormati beliau kan? Bayangkan perasaan oom kalo
tau istrinya kalian setubuhi bertiga? Coba kalo kelak kalian punya istri
kemudian disetubuhi orang lain, anak2 tanggung lagi. Kalo kalian terus
menurut begini, tante gk keberatan kalo kalian ingin lagi sekali2
nikmati dada dan susu btante.” Kami tentunya tidak bisa berbuat lain
selain mengangguk-angguk.
“Ngomong2, kalo kalian ingin lepaskan, buang aja dulu tuh di kamar mandi
tante, tapi ingat ya, siram lho. Tante gk mau oom liat genangan sperma
di kamar mandinya” sambil berkata begitu tante tersenyum ke arah kami
bertiga. Malunya bukan kepalang lagi mendengar tante tahu saja tekanan
biologis kami. Kami pun masuk kamar mandi untuk mengluarkan isi ‘peluru’
kami. Namun Bambang belum, ckup lama setelah kami keluar, Bambang
akhirnya keluar juga.
“tante, aku gk bisa”
“lho kenapa? Ya sudah di ruma saja nanti ya sayang’ kata tante.
“hmmm, tante boleh nggak aku keluarin di antara dada tante?’ ucapnya malҔ.
Tante tersenyum. “iya deh liat ke sini.km kbyakan liat bf kyknya nih.sini”
Bambang memelorotkan celananya. Tante berjongkok di depan keponakannya
itu sambil membuka kembali baju atas dan behanya. Terliat lagi sepasang
payudara indah itu. Bambang pun mulai mengocok sambil membelai2 payudara
tersebut. Suatu pemandangan yang ganjil bagi kami saat itu tapi sangat
merangsang. Akhirnya Bambang pun keluar. Spermanya muncrat dengan deras
menyirami payudara dan sebagian wajah tantenya tersayang itu. Kami
tertegun tidak berkata apapun melihat itu. Tante menyeka sisa2 sperma
sambil tersenyuф simpul. “dasar ABG” kerlingnya lagi.
Kamipun beres2 dan pulang setelah itu.
Semenjak hari beruntung itu, pada setiap hari-hari tertentu dalam
seminggu kami pasti berkunjung kerumah tante Ayu tentunya jika oom harso
tidak ada. Tante Ayu senantiasa menyambut kami dengan ramah dan penuh
perhatian. Beliau tidak pernah mengecewakan kami. Menyusui kami dengan
sabar satu persatu. Tidak pernah sejenakpun kami merasa bosan dengan
buahdada dan putingnya yang selalu mengacung tegang tiap kali kami
mainkan. Setelah waktu berlalu, tante mulai memperlunak sikapnya. Beliau
tidak lagi marah bila kami menekan-nekan pistol kami di
selangkangannya. Hisapan kami pun tambah bervariasi. Bambang suka
menjilati sekitar putting, aku suka menggesekkan bibirku ke seluruh
permukaan payudara beliau yang sangat halus tersebut, dan Eko senang
sekali membenamkan wajahnya ke antara ke dua gunung kembar tersebut.
Tangan kami pun makin hari makin liar, dan tante seperti nya sudah capek
menjaga tangan kami sehingga akhir2nya beliau pasrah saja dengan
kenekadan dan kejahilan tangan2 kami dalam menjamah bagian2 sensitif
tubuhnya. Dimulai dg Bambang. Akhirnya km semua pernah merasakan
mengobel vagina wanita bersuami itu. Akhirnya kami semua bisa merasakan
anatomi vagina tante ayu mulai dari labia, klitoris, sampai masuk-masuk
ke dalam ke rahim, alangkah indahnya. Suara menjerit dan merintih tante
setiap kali jari kami menyelip masuk diantara kedua paha mulusnya
terdengar sangat merdu dan menggoda. Namun semua itu kami lakukan tanpa
sekalipun dibolehkan meliat langsung ke arah vagina teresbut. Kegiatan
ini terus rutin kami lakukan sampai kami lulus SMP.
Sampai selama itu, senakal2nya kami, kami tetap menjaga kehormatan tante
Ayu dan tidak mencoba2 mengusik daerah terlarangnya walaupun keinginan
kami untuk melakukannya sudah memuncak sampai ujung kepala.
Adalah Bambang yang mula2 mencetuskan keinginannya melihat kemaluan
Tante Ayu. Semula kami kita tante akan marah tapi ternyata tante
menanggapi permintaan kurang ajar Bambang itu dg tertawa geli.
“ya ampunn, buat apa sih Bambang? Kalian kan dah puas korek2 itu?”
“kepingin aja tante, aku belum pernah liat soalnya hehehe..”
“terus kalo dah liat mau ngapain?”
“ya nggak ngapa2in, mau liat ajaa” kami tegang sekali mendengar
pembicaraan tersebut. Kami takut sekali tante marah dan mengadukan kami
kepada Oom harso.
Akhirnya terjadi juga. Sambil tersenyum2 menggoda, tante melepaskan
celana dlmnya dan perlahaю memperlihatkan kpd km utk pertama kalinya
benda yang saat itu kami impi2kan untuk melihatnya. Km hampir berteriak
saking senangnya. Namun tentunya kami tidak berani berkata apapun selain
menahan nafas. Kemaluan kami yang pasti sudah tidak tertahankan lagi
sedang tegang2nya di dalam celana masing2. Tante Ayu tentunya menyadari
keadaan ini. Ia tersenyum simpul menyadari reaksi kami sambil mengeluҀ
sisi2 dari kemaluannya yang tidak tertutup bulu.
“Apa bagusnya sih benda begini aja?” godanya.
Kami tidak mendengarkan dan terus saja melotot memandangi sela paha yang sama sekali tidak tertutup itu.
“udah ya?” kata tante ayu sambil pura2 hendak menaikkan celananya lagi.
“Beluuum’!!” serentak kami berteriak.
“udah dong anaа, ini punya oom kalian lhoo. Tante kan malu. Lagian nanti kalo ada yang masuk gimana?” rajuknya.
“kita pindah ke kamar aja ya tante” pancingku untung2an. Mulanya tante gak ragu.
“ihhh kamu genit yaa, awas yaa, tp tante sih mau aja, tapi awas jangan
lupa daratan ya di kamar. Tante mau kalian jaga tante. Tante sudah
berikan banyak buat kalian lho’
“iya tante’ kami manut2 saja. Tapi tentunya kayalan kami melayang ke mana2.
“Tante mau deh pinjamkan tubuh tante. Puaskan imaginasi erotis kalian dg
tubuh ini. Satu hal yang tante minta, kalian janji mau jaga kehormatan
tante?”
“iyaaa tanteeee” serempak kami menjawab. Dengan girang Bambang mengambil
inisiatif menggendong tante ke dalam kamar. Di dalam kamar kami
melemparkan tante ayu ke ranjang.
“auuwwww, ya ampun” pekik tante ayu. “ranjang tante dan oom kalian ini
lho, kalian hatМ ya ponakan2ku tersayang. Tante gk mau kalian melewati
batas apalagi di ranjang oom kalian dan tante yaaa”. Sekarang terlihat
tante agak kuatir. Maklum suasana malam itu sepi sekali.
Kami hanya senyuф saja. Mata kami nanar meliat pemandangan yang sangat
luar biasa kali ini: tante ayu telanjang bulat!! Tubuhnya telentang di
atas kasur pasrah dengan kenakalan bocah2 ini. sangat putih lagi montok,
mulus dan sangat menantang hasrat kelakian kami. Pahanya tidak lg
tertutup memperliatkan gundukan daging tertutup bulu yang seakan
menantang kami untuk menerobosnya dgn peniҀ liar kami. Jantung km
berdegup tidak menentu. Harapan kami bertiga saat itu sama: agar om
harso tidak cepat pulang.
Kali ini Eko yang duluan naik ke atas ranjang. Terliat tante agak grogi
meliat tubuh Eko di atas tubuhnya yg telanjang di ranjang.
tante agak panik ketika berapa kali kepala penis Eko tergesek diatas
bulu2 kemaluannya ketika anak tanggung itu sedang memperbaiki posisinya.
Eko melirik ke arah kita dengan pandangan agak nakal. Kami menangkap
sinyal yang dilemparkan eko namun belum berani memutuskan apa2. Maklum.
Ini semua terlalu beresiko, kami tidak yakin apakah tante ayu akan tetap
sebaik sekarang kalau kami melangkah lebih jauh dari biasanya.
Untuk sementara, Eko menuruti kata-kata tante untuk menghindarkan
penisnya tergesek ke benda ‘keramat’ itu. Tante pun mulai kembali relax.
Ia mulai ‘memperlakukan’ Eko dengan baik. Ia biarkan anak tanggung itu
merangkah di atas tubuhnya dan menjilati seluruh permukaan payudaranya.
Eko menikmati licinnya kulit payudara tante dengan jilataю lembut dan
sangat perlahan. Saat menyentuh putting tante, eko tambah memperlambat
gerakan lidahnya dan memutari putting tersebut dengan gerakan melingkaѶ
dengan ujung lidahnya. Sesekali ia menyapu putting tersebut dengan suatu
jilatan halus. Terlihat tante ayu meregang. Badannya sesekali
melengkung ke atas menggelinjang menikmati jilataю eko yang mulai pintar
itu. Eko menangkap reaksi baik tante ayu itu dan memindahkan tangan
kirinya ke antara paha tante. Mula2 ia membelai2 bulu2 tersebut dengan
sangat lembut, kemudian jari tengahnya mulai menyelip. Dan bless, dalam
tempo bbrp milisecond kami menyaksikan jari tengahnya menghilang di
antara bulu2 halus dan tipis tersebut, menerobos di gundukan daging imut
melalui celah2nya. Tante ayu menjerit halus. Namun sempat cekikikan
geli. Kami menganga, adegan itu membuat adik2 kecil kami berdiri dengan
tegangnya dan tidak seperti biasanya, kami tidak buru2 ingin rekan kami
menyelesaikan gilirannya. Kami pun tidak habis pikir mengapa Eko kali
itu sangat sabar dan cukup canggih memancing reaksi tante!
Tante keliatan bimbang. Dia mulai berontak namun tiap kali jari Eko
meneborobos, matanya mendelik ke atas. Tindakan preventif tante adalah
dia menutup pahanya dan membelokkannya ke samping sehingga remaja
tanggung itu tidak bisa mengarahkan penisnya di antara selangkangan
wanita berusia jauh di atasnya itu. Namun Eko tidak burҔ keliatannya.
Dia benamkan berkali2 jarinya, sampai basah sekali.
Bambang berkali2 meliat ke luar jendela meliat ke pagar. Jelas dialah
yang paling panik dari semua di antara kita, karena yang sedang
dikerjain adalah tantenya sendiri. Ruangan ber AC tp kami berempat
berkeringat. Apalagi Eko dan Tante Ayu. Mereka terus bergumul di
saksikan mata melotot saya dan bambang. Tiba2 bambang menghentikan
aksinya, bangkit dan berdiri begitu saja di samping tempat tidur,
Penisnya yang sudah sangat bengkak terjuntai begitu saja tepat di
samping badan tante Ayu. Tante yang sintal itu ikut heran seperti kami.
“sudah eko? Kamu kenyang ya?” kami tahu maksud tante dengan kenyang
adalah puas tp tidak enak dia menggunakan kata itu. Tentunya dia heran
karena Eko belum ejakulasi. Dan dia pasti maklum, kali ini sasaran kami
adalah sampai ejakulasi tidak seperti biasanya. Walaupun untuk
mengharapkan ejakulasi di dalam vagina tante ayu masih terlalu muluk
bagi kami saat itu.
Eko hanya tersenyum-senyum saja. Dia menelan sisa2 susu tante ayu yang
masih ada dalam mulutnya. Tante bangun dari posisi telentang, ia
mengambil kain di sisi tempat tidur dan menyeka payudaranya. Kami semua
terdiam tidak tahu apa yang harus kami lakukan saat itu. Nafsu binatang
sudah memuncak sampai ke ubun2 kami semua. Bahkan Bambang keliatan sudah
tidak perduli lagi hubungan darahnya dengan tante ayu. Kami bertiga
tertegun memperhatikan tante ayu yang masih telanjang bulat itu selama
beberapa menit.
Tiba2 Eko memeluk tante ayu. Tante yang tidak curiga tersenyum manis dan memeluk balik anak tanggung itu.
“kamu udah ya gilirannya? Sekarang gantian sama Bambang atau Wawan ya?”
Eko mengangguk2. Namun tangannya meremas payudara tante sekali lagi.
Tante memegang tangan nakal itu dan memindahkannya ke perutnya.
“Sudah ya sayang. Cukup ya. Kasian yang lain kepingin juga tuh”. Eko
dalam tempo bberapa detik memindahkan balik tangan tante ke penisnya dan
memberi tanda ke tante untuk mengocoknya. Lagi2 tante dengan sabar
tersenyum dan menuruti. Mungkin dengan demikian ia pikir Eko akan cepat
keluar dan menyelesaikan ‘penasaran’nya pada tubuhnya yang bugil total
saat itu. Mungkin itu juga dalam rencananya ke pada aku berdua Bambang.
Supaya cepat selesai dan kami cepat keluar dari rumahnya. Namun
dugaannya meleset jauh. Nafsu yg sudah memuncak Eko memberinya
keberanian utk membaringkan Tante Ayu sekali lagi.
Tante yang keliatan masih bertanya2 mula2 menurut. Namun ketika Eko
menggunakan tangannya mengangkangkan kedua pahanya. Ia berontak dengan
keras!
“Eko!! Mau ngapain kamu????” jeritnya tertahan. Karena saat itu, tangan
Eko yang satu menekan tangan kiri tante ke tempat tidur dan menggiring
penisnya mengarah kepada kemaluan tante yang sudah keliatan basah. Aku
dan Bambang bengong tanpa mampu berbuat apa2. Sebagian dari pikiran kami
panik takut sekali ini akan jadi peristiwa pemerkosaan dan kami akan
terlibat di dalamnya. Sebagian lain dari otak kami, menginginkan Eko
membuka peluang itu untuk kami juga. Tak ada seorang pun di antara kami
yang sanggup menahan godaan seksuil memandang tubuh yang selama ini
hanya ada dalam khayalan kami itu dalam keadaan polos tanpa sehelai
benangpun. Tanpa saling bicara kami sadar dalam hati bahwa kesepakatan
kali ini hanya satu: menikmati tubuh itu bergantian!
Namun sekuat2nya tante ayu melawan, tenaga eko lebih kuat. Dengan
memaksa ujung penis eko mulai menguak celah surgawi milik istri om harso
itu. Kami hampir tidak berani meliat. Ketegangan, ketakutan, bercampur
dengan haraѢ cemas bahwa tante akan menyerah saja dan setelah itu kami
mendapatkan giliran kami masing-masing. Yang kami lihat saat itu ialah
tante yang pucat pasi dan panik luar biasa. Namun karena tenaganya sudah
mulai habis, perlawanannya pun melemah. Usaha terakhirnya ialah
mendorong dada eko sekuatnya. Namun ekok sudah kerasukan. Kepala helm
terus merangsek masuk senti demi senti.
“oh my god oh my god, eko, eko, sadar sayang, eko, elin elingggg…
nggggghhhh. Eko itu masuk, masuk sayang. Please udah udah, tante mohon
sayang, eko ya ampun, ekoo ampunnnn dehhhh…. ohhhh.. om bentar lagi
pulang eko… udah yaaaa… auuuuuuwwww ekkkkoooo…. “ kami meliat ujung
penis eko sudah mulai menghilang. Astagaaaaa. Seakan kami tidak
mempercayai apa yang kami liat malam itu. Eko berhasil melakukan sesuatu
yang selama ini hanya mimpi! Eko benar2 pahlawan kami saat itu.
Seiring dengan melesaknya si jagoan kecil eko, mata tante mendelik2
sehingga cuma keliatan putihnya saja. Hidungnya kembang kempis, nafasnya
tambah memburu. putingnya yang selama ini memang sudah memunjung
posisinya tambah memunjung ke atas. Siapapun yang melihat dia dalam
posisi ini pasti akan terangsang dan mungkin akan join dengan eko untuk
mengerjainya. Keberanian tante bermain dengan resiko selama ini menjadi
bumerang. Akhirnya ia harus termakan kenakalannya sendiri yang dimulai
dari niat flirting saja. Seorg anak tanggung berhasil mempenetrasinya!!!
Ini adalah ganjaran yg mgkn akan disesali tante Ayu seumur hidupnya.
Sisa-sisa tenaga tante ayu mungkin tidak cukup lagi untuk menghentikan
Eko. Eko mulai mencumbu wanita yang jauh lebih tua dari mereka itu. Ia
menciumi leher tante ayu, dan menjilati dadanya. Tangan tante ayu
direntangkan dan dia terus menekan masuk sepnuhnya masuk dalam liang
pertahanan terakhir tante ayu. Tante ayu pun menjerit ckup kencang kali
ini. Ia melenguh sangat panjang namun tidak bisa memungkiri kenikmatan
yang diperolehnya dari kenekadan pemuda yang tidak sampai setengah
umurnya dari dia tersebut.
“ekkkooooo, gila kamu sayang… owwww… itu masuk semua.. Ya ampun Eko,
what the hell are you doing… ekkoooo jangan sayanggggg, oh God, you’re
fucking me Eko, please stoppppp….” . dan blesssss… kami mnahan nafas.
Eko sejenak terdiam. Ini berhenti dalam posisi penisnya terbenam
seluruhnya sampai ke pangkal rahim tante. Terasa ujungnya menyentuh
dindinЈ hangat yang sangat nyaman rasanya. Ia menghentikan aksi
dorongnya krn sudah tidak bisa mendorong lagi. Semua terdiam . kami
menunggu reaksi tante selanjutnya. Eko mulai tampak bimbang dan takut.
Mungkin ia menyadari kenekadannya saat itu dan resiko besar yg akan
diterimanya bila tante marah dan memutuskan melaporkan kami ke om Harso
atau lebih parah, polisi!! Posisi mereka tetap sama, eko menindih tante
dari atas dan penisnya tertancap dalaф.
Setelah bbrp menit, tante mulai buka suara. Ia mulai keliatan tenang dan berusaha menguasai diri.
“eko, km sadar gk kamu lagi apa sayang? Km udah gaulin tante sayang”
suaranya lirih dan lembut namun terdengar sedih. Dibelainya rambut
remaja tanggung pertama yg berhasil melakukan hal tabu thd dirinya itu.
“enggg, iya tante” wajah eko keliatan ketakutan sekali dan penuh rasa
bersalah. Namun dia tidak mau menarik penisnya dari dalam liang tante.
Tante mendorong Eko perlahan, penis Eko pun tercabut dari liangnya.
Flop!
Mereka berdua tetap duduk di ranjang. Perkataan tante Ayu selanjutnya
membuat kami shock dan tidak akan kami lupakan seumur hidup kami.
“ya sudah. Kalau ini yang kalian mau, tante cuman bisa pasrah. Eko
sekarang kamu lanjutkan saja ya, selesaikan apa yg km dah mulai. yang
lain ke luar dulu. Tante akan puasin kalian satu persatu. Tante rela
kok. Asal ini menjadi rahasia kita berempat”
serasa petir di siang bolong pernyataan itu. Saya dan bambang termangu
seperti orang bego namun perlahan menurut dan beranjak meninggalkan
ruangan.
“Bambang dan wawan, tolong liat2 ke luar, tante takut om pulang tiba2”
kami pun menunggu di luar pintu kamar. Sambil berjalan ragu ke luar
kamar, kami sempat menengok ke belakang, Eko beranjak naik ke kasur
sementara tante menunggu pasrah. Nampaknya tante sudah putus akal gimana
menghadapi kenakalan dan kekurangajaran kami bertiga. Mungkin dengan
cara ini sajalah ia merasa kami tidak akan lagi kurang ajar besok2
terhadap dirinya. Cara yang sangat menguntungkan kami: melayani kami!
Ini lah titik paling berkesan dalam hidup kami dan kami sadari itu. Alangkah beruntung nya kami
dan alangkah kasiannya Oom Harso, istrinya yang cantik jelita sebentar lagi akan dilahap 3 anak tanggung kurang ajar.
Dari dalam arah kamar terdengar suara rintihan tante dan erangan Eko.
Gila tu anak, emang nekadnya jangan ditanya lagi deh. Tp hari ini segala
kenekadannya membuahkan hasil. Siapa nyana dia berhasil menyetubuhi
wanita secantik, semolek tante ayu? Bahkan untuk mengkhayalkan saja
untuk kami sudah terlalu muluk saat itu. Kami berusaha mengintip tp
sulit sekali karena lubang angin di atas pintu terlalu tinggi dan lubang
kunci terlalu kecil untuk dapat melihat jelas ke dalam. Dari balik
lubang kunci kami hanya bisa melihat kaki Eko di antara kaki tante dan
dalam posisi menggenjot tante. Ouch, Damn lucky bastard!! Pikir kami
saat itu. Tak lama berselang, terdengar Eko menjerit tertahan. Hmm,
selesai juga anak bedebah itu, pikir aku dan Bambang. Untuk beberapa
lama Eko dan Tante terdiam. Kami tidak berani mengintip lagi takut
mereka ke luar kamar tiba2. Tak lama berselang pintu di buka, Eko keluar
dengan tampang lemas tapi puas.
“siapa lagi tuh?” Seringainya. Aku dan Bambang berpandang2an. Akhirnya
Bambang memberikan kode kepadaku untuk masuk duluan. Dia masih tampak
ragu berat melakukan hal ini walaupun kami semua tau dia sangat
menginginkannya.
Dengan deЈan aku masuk ke kamar. Nampak Tante Ayu baru aja selesai
basuh2 dari kamar mandi. Ia mengerling ke arahku dengan wajah sendu.
“kamu mau skarang? Tapi pelaю ya, tante masih capek.”
Aku cuman mengangguk. Tante memeluk aku dan mencium keningku.
“Mudah2an setelah ini, kamu gk ngelakuin ini sama siapapun seblum kamu
nikah ya. Tante yakin tante akan menyesal tp tante melakukan ini karena
tante sayang sama kalian.”
“iya tante’ Aku hanya mengangguk2, tapi tentunya tak sedikitpun
mengindahkan ucapan itu. Selagi ia memeluknya, pandanganku hanya ke arah
dadanya yang membusung indah dan hanya ditutupi daster tipis. Aah, Eko,
hebat lo bisa merasakan tubuh ini pertama kali.
Setelah ‘wejangan2nya’ tante menuntunkku ke arah ranjang. Aku memeluknya
dari belakang. Harum. Ia memegang pinggulku ke arah belakang. Aku
melingkarkan tangah membelai perutnya. Aku menaikkan bagian bawah daster
sampai ke pinggang sambil menciumi lehernya. Tanganku membelai
pinnggangnya yg kecil dan liat, menyelipkan jariku di pusarnya. Mataku
sesekali menyapu pandangan ke sekeliling kamar. Tidak ada perasaan
bersalah sedikitpun melihat foto2 tante ayu, suami dan keluarganya. Akal
sehatku mati, yg ada hanyalah keinginan untuk mencetak score pertamaku.
Dan dengan wanita secantik dan semulus itu!!! Tanganku membelai bagian
tengah pahanya yg sudah kembali terbalut celana dalam, meraba tekstur
bulu2 halus itu dari balik celana dalam tipis merupakan pengalaman
menarik tersendiri. Jariku mulai meraba ke arah ‘belahan bawah’. Hmm
sudah mulai basah. Andai saat itu aku sudah pernah merasakan seks,
tentunya aku akan terus melanjutkan foreplay dengan berbagai macam
teknik, namun aku tak kuat. Secepatnya aku dotong badannya agar menekuk
dan menungging di pinggir kasur. Aku pelorotin celana dalamnya. Yang aku
liat skarang adalah belahan vagina yg tertutup bulu2 halus dan pendek.
Aku terpana. Ini kah vagina pertamaku? Seindah ini kah? Pantat tante
membulat sempurna, pinggangnya begitu kecil dan kencang, tidak
sedikitpun seperti orang yg pernah melahirkan 2 anak. Aku memelorotkan
celanaku sendiri dan blesssss… aku seakan hendak berteriak kencang namun
bisa mengontrol diri, agar tetangga tidka mendengar. Tante berusaha
meraih kepalaku ke arah belakang punggungnya, sehingga badannya agak
meliuk. Aku mulai menggenjot, struktur kulit dan tulang di dalam vagina
benar2 baru bagiku saat itu. Aku menggenjot dan menggenjot. Namun tidak
sampai 5 menit, semprotan kencang spermaku tidak dapat lagi aku tahan.
Aku menyemprot dan menyemprot sampai tetes terakhir, semua nya di dalam,
tak satupun yg aku keluarkan. Vagina tante berdenyut kencang sekali,
mencengkram penisku seperti memerasnya. Tak lama aku terkulai lemas.
Tante mengambil tissue dan mengelap liang vaginanya.
“aduuh,, supply nya banyak sekali protein murni deh buat tante hari ini”
wajahnya tetap jenaka, aku memandang tubuhnya sekali lagi seakan tidak percaya. Tante mencium kening ku sekali lagi.
“udah sayang?”
Aku tersenyum lemah.
“sudah tante’
“ok, kamu sekarang basuh2, terus panggil bambang ya. Lupakan apa yang
barusan terjadi. Tante senang kamu menikmatinya, tante ingin kamu kenang
barusan sebagai sex pertama kamu, tp bukan dengan tante’ aku hanya
mengiyakan.
Giliran selanjutnya tentunya bambang. Aku menyuruhnya masuk, dan
menunggu di luar dengan eko. Di luar dugaan, bambang berada di dalam
lama sekali. Hampir satu jam. Belakangan dia baru cerita justru anti
klimaks, tidak bisa ereksi, mungkin karena terlalu tegang dan merasa
kikuk serta bersalah. Namun akhirnya berhasil dengan ketelatenan tante
Ayu yg sangat tenang dan cool malam itu. Kami benar2 mendapatkan
pelajaran yang sangat berharga. Setelah bambang selesai, hampir satu jam
kami duduа di ruang TV menonton acara komedi. Namun pikiran kami tak
satupun yang tau apa isi acara. Terbayang pengalaman luar biasa ygn baru
terjadi.
Beberapa lama om harso pulang, menemui kami di ruang tamu, memeluk
bambang dan menepuk2 kepala aku dan Eko. Tidak tau apa yang barusan kami
lakukan. Kami pulang dengan perasaan campur aduk.
Setelah kejadian itu, tidak ada lagi acara menyusui walaupun aku dkk berusaha melobi tante untuk melakukannya lagi.
“setelah acara puncak, gk ada lagi acara hiburan’ tolak tante selalu sambil senyum2 genit.
Aku pindah ke luar kota 1 tahun kemudian melanjutkan sekolah SMA di kota lain. Bambang dan Eko masih di kota itu.
Ketika aku kuliah, sempat sekali pulang dan menelpon tante Ayu, dia
sudah anak 3, bambang dan Eko sudah pindah jg. Eko ke Melbourne
melanjutkan kuliah malah. Aku janjian dengan tante di KFC dekat rumah
tante. Pulangnya aku menjemput anak bungsu tante ke sekolah dengan tante
jg. Sesampai di rumah, anak itu langsung makan dan tidur siang. Aku
melahap tante Ayu sebagai nostalgia, pinggangnya sudah lumayan besar dan
badannya agak kendor namun jangan tanya berapa orgasme yang aku dapat
sore itu.
Sampai saat ini (sudah sekitar 13 tahun) kami semua tidak pernah lagi
bertemu Tante Ayu, kecuali bambang. Tentunya dia sudah tua dan tidak
lagi menarik secara seksual. Namun kenangan yang ia tinggalkan pada kami
tidak akan hilang sepanjang masa.